Sejarah

About us

Sejarah panjang PT. Irawan Djaja Agung bermula sejak Ie Kim Tie mendirikan toko obat di Surabaya dengan nama ‘Chemicilien Handel Ie Kim Tie’ pada 19 September 1929. Sejak saat itu kami telah memproduksi berbagai produk dan menemani keluarga Indonesia dari generasi ke generasi. Hingga pada tahun 1970, secara resmi pabrik Farmasi PT. Irawan Djaja Agung (I.D.A) berdiri menggantikan ‘Chemicilien Handel Ie Kim Tie’ sebagai produsen berbagai  macam obat, makanan dan minuman, sementara ‘Chemicilien Handel Ie Kim Tie’ sendiri manjadi penyalur tunggalnya. Kisah perusahaan kami adalah sebuah kisah keluarga   

Ie kim Tie lahir di sebuah desa terpencil ci Canton, RRC pada 19 Maret 1889, tumbuh dan belajar berbagai ilmu obat-obatan tradisional dari kedua orang tuanya. Setelah beberapa waktu merantau keluar provinsi dan benerja di sebuah toko obat tradisional, Ie Kim Tie muda yang saat itu berusua 27, ditahun 1915 melakukan perjalanan menyebrangi lautan menuju indonesia di mana sekali lagi dia bekerja di toko obat tradisional China. Selangkah kemudian Ie Kim Tie bekerjasama dengan seorang pengusaha di Surabaya membuka usaha sejenis. Selang 6 tahun kemusian Ie Kim Tie memutuskan mendirikan usahanya sendiri, saat itu lahirlah ‘Chemicilien Handel Ie Kim Tie’ pada 1929.

Ie Swie Tjhiang
 

Lahir pada Februari 1915 dan meneruskan usaha Ie Kim Tie membawa ‘Chemicilien Handel Ie Kim Tie’ menjadi lebih maju dan berkembang lagi, bukan hanya di pulau jawa saja tetapi juga di luar pulau jawa. Widyo Kisyanto IrawanTerlahirpada 1948. Ie Sien Kie merupakan salah satu penerus perusahaan yang dipercayai sebagai direktur oleh saudara-saudaranya. Berhasil mengembangkan IDA menjadi lebih besar lagi hingga harus memindahkan seluruh pabrik ke Raya Sukodono, Sidoarjo karena lokasi yang lama tidak mampu lagi menampung seluruh pekerja dan kegiatan produksi IDA. 

PT. Irawan Djaja Agung
 

Berdirinya PT. Irawan Djaja Agung (IDA) sebagai bentuk penyesuaian terhadap regulasi pemerintah saat itu. IDA memproduksi obat, makanan dan minuman. Sementara ‘Chemicilien Handel Ie Kim Tie’ berubah menjadi penyalur utama untuk produk IDA 

Maret 2012
 

Hak kepemilikan dan asset perusahaan secara penuh dibeli oleh Widyo Kisyanto Irawan dan kedua anaknya    

Berita Perusahaan

  • 19 Sep 2018

Sejarah panjang PT. Irawan Djaja Agung bermula sejak Ie Kim Tie mendirikan toko obat di Surabaya dengan nama “Chemicalien Handel Ie Kim Tie” pada 19 September 1929. Sejak saat itu, PT. Irawan Djaja Agung telah memproduksi berbagai produk yang menemani keluarga Indonesia dari generasi ke generasi. Hingga pada tahun 1972, secara resmi Pabrik Farmasi PT. Irawan Djaja Agung (IDA) berdiri menggantikan Chemicalien Handel Ie Kim Tie sebagai produsen berbagai macam obat, makanan dan minuman – sementara Chemicalien Handel Ie Kim Tie menjadi penyalur tunggalnya.

Untuk merayakan hari ulang tahun ke-89, PT. Irawan Djaja Agung melaksanakan perayaan bersama di dua tempat, yaitu plant yang terletak di Jalan Raya Sukodono KM 3.8 Sidoarjo dan kantor yang terletak di Jalan Kalimati Tengah No.4 Surabaya, Rabu (19/9/2018) siang.

Perayaan ulang tahun itu diisi dengan doa bersama dengan manajemen, staf, dan karyawan PT. Irawan Djaja Agung. Dalam doa yang dipanjatkan, diharapkan PT. Irawan Djaja Agung mendapatkan berkah di hari ulang tahunnya.

Selamat ulang tahun ke-89, PT. Irawan Djaja Agung! Semoga semakin sukses dan tetap setia menemani keluarga Indonesia dengan produk-produk berkualitas.

  • 30 Aug 2018

PT. Irawan Djaja Agung bekerjasama dengan Isuzu MU-X Community Indonesia dan Ikatan Motor Indonesia menyalurkan bantuan kepada korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTB), Rabu (29/8/2018) kemarin.

Dengan adanya bantuan yang diberikan  PT Irawan Djaja Agung berupa produk Babylon, Minyak Kayu Putih Cap 19 dan Minyak Gosok diharapkan dapat bermanfaat untuk meringankan beban korban gempa di Lombok.

Semoga bantuan tersebut dapat memberikan kontribusi untuk membangkitkan dan memulihkan Lombok kembali.

“Seseorang yang pernah jatuh dan mampu bangkit lagi itu lebih kuat daripada seseorang yang tidak pernah jatuh sama sekali.” – Muhammad Agus Syafii

  • 28 Aug 2018

Health Babylon Oil yang selalu setia menemani anak-anak Indonesia beraktivitas setiap hari sejak tahun 2010, kini hadir dengan desain kemasan baru sejak 5 Juni 2015. Berikut perubahannya:

Desain Lama
1. Gambar burung betet, tulisan “Cap Betet”, dan “Parrot Brand” terletak di bagian bawah setelah gambar bayi.
2. Tulisan Mandarin ditampilkan secara vertikal di sisi kanan.
3. Tidak terdapat gambar botol dan tulisan spray pada rancangan (untuk kemasan spray).
4. Tulisan “Minyak Telon” tidak diberi warna dasar.
5. Tidak terdapat tulisan “Produksi/Manufactured by: PT IRAWAN DJAJA AGUNG, SIDOARJO-INDONESIA”.

Desain Baru
1. Gambar burung betet, tulisan “Cap Betet”, dan “Parrot Brand” menjadi lebih kecil dan terletak di sisi kanan bawah.
2. Tulisan Mandarin ditampilkan secara horizontal dan sejajar dengan gambar bayi.
3. Penambahan gambar botol dan tulisan “spray” (untuk kemasan spray).
4. Tulisan “Minyak Telon” diberi warna dasar hijau.
5. Penambahan tulisan “Produksi/Manufactured by: PT IRAWAN DJAJA AGUNG, SIDOARJO-INDONESIA”. 

Health Babylon Oil, minyak telon produksi PT. Irawan Djaja Agung membantu meredakan perut kembung dan memberi rasa hangat pada tubuh. Selain itu, hemmmm…. bau wangi Babylon menjadi ciri khas dari produk PT Irawan Djaja Agung.

  • 08 Mar 2018
Jakarta - Setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Penetapan tanggal ini rupanya melalui proses yang panjang sejak lebih dari 100 tahun lalu. 

Dikutip dari situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (8/3/2018), peringatan soal Hari Perempuan Nasional pertama kali dilakukan pada 28 Februari 1909 di New York, Amerika Serikat. Agenda ini diinisiasi oleh Partai Sosialis Amerika Serikat untuk memperingati setahun berlalunya demonstrasi kaum perempuan setahun sebelumnya di New York pada 8 Maret 1908. 

Gerakan tuntutan hak oleh kaum perempuan pada 1908 ini dilatarbelakangi oleh para pekerja pabrik garmen. Mereka menuntut hak berpendapat dan berpolitik.  Pada tahun 1910, organisasi sosialis internasional berkumpul di Kopenhagen untuk menetapkan Hari Perempuan. Usul ini disepakati oleh 100 perempuan dari 17 negara. Namun belum ditetapkan soal tanggal berapa hari tersebut diperingati. 

Bergulir ke tahun berikutnya, Hari Perempuan Internasional ditandai pada 19 Maret dan diperingati di Austria, Jerman, Swis, dan Denmark. Lebih dari 1 juta perempuan dan laki-laki ikut terlibat. 

Pada kurun waktu 1913-1914, Hari Perempuan Internasional dipakai sebagai gerakan penolakan Perang Dunia I. Di sejumlah negara Eropa, Hari Perempuan Internasional dipakai untuk memprotes perang dunia atau sebagai aksi solidaritas sesama wanita. 

Pada tahun 1917, para perempuan Rusia memprotes perang dengan gerakan bertajuk ‘Roti dan Perdamaian’ pada hari Minggu terakhir di bulan Februari. Hari tersebut bertepatan dengan tanggal 8 Maret di kalender Masehi. 4 hari kemudian, Tsar Rusia memberikan hak untuk memilih untuk para perempuan.

Hingga akhirnya pada tahun 1975, untuk pertama kalinya PBB memperingati Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret. Sejak saat itulah pada tanggal ini diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional.

Sumber :
https://news.detik.com/berita/3904532/sejarah-hari-perempuan-internasional