?>




Artikel

Jenis-jenis Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan salah satu penyakit yang biasa dialami oleh semua orang, tanpa memperhatikan usia maupun jenis kelamin. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bahkan melaporkan bahwa hampir setengah orang dewasa di seluruh dunia akan mengalami sakit kepala dari waktu ke waktu.

Sakit kepala dapat menjadi pertanda dari stres, tekanan emosional, dan dapat juga terjadi akibat gangguan medis seperti migrain, tekanan darah tinggi, kecemasan, serta depresi. Bahkan mereka yang mengalami sakit kepala kronis akan merasa terganggu untuk dapat beraktivitas seperti biasa.

Ada banyak jenis sakit kepala dengan penyebab dan gejala yang berbeda-beda. Kenali jenis-jenis sakit kepala berikut ini, untuk mengetahui bagaimana cara mengatasinya dan apakah Anda perlu untuk ke dokter.

1. Sakit kepala tegang (tension headache)
Sakit kepala tegang atau tension headache adalah sakit kepala yang biasa dialami oleh remaja dan orang dewasa. Dapat terjadi di kedua sisi kepala dan terjadi akibat otot-otot di sekitar kepala menegang. Sakit kepala jenis ini menyebabkan nyeri ringan hingga sedang, dan akan hilang setelah beberapa saat tanpa ada gejala yang lain.

2. Migrain
Migrain terjadi pada salah satu sisi kepala, biasanya disertai dengan sakit kepala yang intens. Nyeri yang disebabkan oleh migrain dapat terjadi selama 4 jam atau bahkan 3 hari dan dapat menyerang sekali bahkan empat kali dalam sebulan. Penderita migrain biasanya juga sensitif terhadap cahaya, suara bising, dan bau, serta dapat mengalami mual, muntah, kehilangan selera makan, dan sakit perut. Apabila migrain terjadi pada anak-anak, mereka akan terlihat pucat, pusing, demam, dan sakit perut.

3. Sakit kepala cluster
Sakit kepala cluster terjadi akibat pembuluh darah di sekitar kepala berkontraksi. Nyeri yang ditimbulkan oleh sakit kepala jenis ini terjadi sangat intens dan terasa seperti menusuk di belakang atau sekitar mata. Gejala yang ditimbulkan antara lain, mata berair, kelopak mata bengkak, hidung tersumbat, sensitif terhadap cahaya dan suara, serta merasa gelisah.

4. Sakit kepala thunderclap
Sakit kepala thunderclap disebabkan adanya pendarahan antara otak dan selaput yang menutupi otak, adanya pembuluh darah yang pecah, dan adanya cairan pada arteri yang memasok darah ke otak. Sakit kepala jenis ini terjadi pada kedua sisi kepala. Dapat juga terjadi pada leher dan punggung bagian bawah. Rasa sakit yang ditimbulkan dapat menyerang tiba-tiba dan sangat parah.

 5. Sakit kepala rebound
Sakit kepala rebound disebabkan oleh konsumsi obat sakit kepala yang berlebihan sehingga memicu sakit kepala saat penggunaan obat dihentikan. Biasanya terjadi di pagi hari dan berlangsung sepanjang hari.

Sumber:
https://www.healthline.com/health/headache/types-of-headaches
https://www.webmd.com/migraines-headaches/migraines-headaches-basics#1
https://www.medicalnewstoday.com/articles/320767.php
https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/nyeri-kronis/mengenal-berbagai-jenis-sakit-kepala
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150410164121-255-45763/thunderclap-headache-sakit-kepala-p...

  • 15 Aug 2018
  • Kesehatan

Komentar


Tinggalkan Komentar