Artikel

Penyebab Nyeri Otot

Hampir semua orang pernah mengalami nyeri otot atau myalgia. Nyeri otot dapat terjadi di bagian mana saja karena terdapat jaringan otot di seluruh bagian tubuh, umumnya terjadi pada leher, punggung, kaki, dan bahkan tangan. Nyeri yang ditimbulkan pun dapat bervariasi, mulai dari nyeri ringan sampai terasa menyiksa. Meskipun nyeri otot dapat hilang dalam waktu yang singkat, tapi ada juga yang bertahan selama berbulan-bulan.

Kebanyakan orang dapat mengetahui dengan mudah penyebab nyeri otot, ini karena sebagian nyeri otot disebabkan oleh terlalu banyak aktivitas fisik yang dilakukan, ketegangan otot pada satu atau lebih area tubuh, kelelahan, infeksi pada jaringan lunak, dan peradangan. Namun, nyeri otot juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi seperi berikut ini:

1. Sindrom kelelahan kronis
Sindrom kelelahan kronis ditandai dengan kelelahan ekstrim. Kelelahan tersebut dapat memburuk karena aktivitas fisik dan mental yang dilakukan, tapi tidak membaik dengan beristirahat. Penyebab untuk kondisi ini tidak diketahui, meskipun terdapat banyak teori yang mengatakan penyebabnya mulai dari infeksi virus sampai masalah psikologis. Beberapa peneliti percaya bahwa sindrom kelelahan kronis disebabkan oleh berbagai faktor.

2. Fibromialgia
Fibromialgia adalah nyeri pada otot dan jaringan lunak yang disertai dengan kelelahan, gangguan pada ingatan, kesulitan tidur, dan gangguan pada suasana hati. Para peneliti percaya bahwa fibromialgia memperkuat rasa nyeri dengan mempengaruhi bagaimana cara otak memproses sinyal dari rasa sakit tersebut.

3. Lupus
Lupus adalah penyakit sistem autoimun dimana sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang jaringan dan organ tubuh. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat mempengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru.

4. Rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis adalah gangguan peradangan kronis yang dapat mempengaruhi lebih dari satu persendian. Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat merusak berbagai bagian tubuh seperti kulit, mata, paru-paru, jantung, dan pembuluh darah. Rheumatoid arthritis menyerang lapisan sendi hingga menyebabkan pembengkakan yang mengakibatkan pengikisan tulang dan kelainan bentuk sendi.

5. Penyakit Lyme
Penyakit Lyme disebabkan oleh empat jenis bakteri Borrelia burgdorferi, Borrelia mayonii, Borrelia afzelii dan Borrelia garinii bakteri. Penyakit Lyme ditularkan melalui gigitan kutu berkaki hitam yang terinfeksi, biasanya disebut kutu rusa. Penyakit Lyme menyerang mereka yang tinggal di daerah yang berumput dan berhutan lebat dimana kutu jenis ini dapat berkembang.

6. Kram otot
Kram otot adalah kontraksi tiba-tiba dari salah satu otot atau lebih. Meskipun umumnya kram otot tidak berbahaya, tapi kondisi ini membuat otot yang cedera tidak dapat digunakan sementara.

7. Influenza
Influenza adalah infeksi yang menyerang sistem pernafasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Pada kebanyakan orang influenza dapat sembuh dengan sendirinya, tapi komplikasi influenza dapat mematikan.

8. Polimiositis
Polimiositis adalah penyakit peradangan yang tidak biasa yang menyebabkan kelemahan otot yang menyerang kedua bagian tubuh. Apabila mengalami kondisi ini, Anda akan merasa kesulitan untuk menaiki tangga, bangun dari posisi duduk, dan mengangkat barang.

9. Distonia
Distonia adalah gangguan gerakan dimana otot bergerak dengan sendirinya, yang menyebabkan pergerakan berulang dan memutar. Nyeri otot yang timbulkan dapat terasa ringan hingga berat.

10. Sprain dan strain (keseleo)
Sprain adalah peregangan atau robeknya ligamen (pita keras dalam jaringan otot yang menghubungkan otot pada tulang. Biasanya terjadi pada pergelangan kaki. Sedangkan strain adalah peregangan atau robeknya otot atau tendon. Strain biasanya terjadi pada pinggang dan otot hamstring di belakang paha.

  • 15 Nov 2018
  • Kesehatan

Komentar


Tinggalkan Komentar