Artikel

Tips Menggunakan Pewarna Makanan yang Aman


Pewarna makanan digunakan agar makanan menjadi menarik dan menggugah selera. Maka dari itu pewarna makanan banyak digunakan untuk penggunaan sehari-hari oleh banyak usaha dan perorangan dalam membuat hidangan.
.
Selain dapat meningkatkan selera makan, pewarna makanan bisa digunakan untuk menyeragamkan warna, dan menjaga rasa dan varian suatu makanan. Terkadang pewarna makanan juga diperlukan untuk menjaga warna makanan agar tidak mengalami perubahan akibat paparan cahaya matahari, perubahan suhu dan kelembaban udara.
.
Agar tidak membahayakan kesehatan, gunakanlah pewarna makanan sesuai ketentuan yang tertera pada produk. Pada kemasan pewarna makanan makanan cair Cap Betet telah dicantumkan batas maksimum penggunaan yakni 12ml/kg. Jadi setiap kg makanan hanya boleh menggunakan paling banyak 12ml pewarna saja agar tidak membahayakan tubuh.
.
Berikut tips menggunakan pewarna makanan yang aman:
1. Pilih Pewarna Makanan Dengan Kandungan yang AmanMenurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2013 Tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pewarna, daftar pewarna alami yang diperbolehkan adalah kurkumin, riboflavin, karmin dan ekstrak cochineal, klorofil, karamel, karbon tanaman, beta-karoten, ekstrak anato, karotenoid, merah bit, antosianin, dan titanium dioksida.Sedangkan pewarna sintesis yang diperbolehkan, namun dibatasi penggunaannya, antara lain tartrazin, kuning kuinolin, kuning FCF, karmoisin, ponceau, eritrosin, merah allura, indigotin, biru berlian FCF, hijau FCF, dan cokelat HT. Pewarna makanan sintesis tersebut diperoleh secara kimia dengan mencampur dua atau lebih zat menjadi satu zat baru. Pewarna Makanan Cair Cap Betet sudah lolos BPOM sehingga aman dikonsumsi.

2. 
Perhatikan Masa Kadaluarsa yang Berlaku
Untuk memastikan agar pewarna makanan aman digunakan lihatlah masa kadaluarsa yang berlaku. Untuk pewarna makanan bisa lebih awet dan dapat disimpan lebih lama di dalam kulkas. Namun sebaiknya jika sudah lebih dari 6 bulan sejak dibuka kemasannya, jangan digunakan lagi untuk keamanan dan kesehatan.

3. 
Pilih Pewarna Makanan dengan Tingkat Kecerahan yang Wajar
Penentuan mutu bahan makanan pada umumnya sangat tergantung pada beberapa faktor diantaranya rasa, warna, tekstur dan nilai gizi. Suatu bahan makanan dinilai bergizi, enak dan baik namun tidak akan dimakan apabila warnanya tidak menarik dan tidak sedap dipandang. Hingga saat ini aturan penggunaan zat pewarna di Indonesia diatur dalam SK Menteri Kesehatan RI tanggal 22 Oktober 1973 No 11332/A/SK/73. Pewarna Makanan Cair Cap Betet memiliki kecerahan yang wajar dan sudah lulus BPOM, sehingga tidak berbahaya untuk dikonsumsi.
.  
     
Sumber:
https://www.daya.id/kesehatan/tips-info/Makan%20Sehat/cara-tepat-gunakan-pewarna-makanan
https://www.alodokter.com/pewarna-makanan-yang-diperbolehkan-dan-dilarang

  • 04 Mar 2019
  • Makanan

Komentar


Tinggalkan Komentar